This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

Catatan Pengembangan Sistem Informasi (semester 7)

Alasanpengembangan sistem adalah:
1.Adanya permasalahan: adanya ketidakberesan dan pertumbuhan organisasi.
2.Untuk meraih kesempatan-kesempatan.
3.Adanya instruksi(pimpinandanpemerintah)

Untuk menghasilkan sistem informasi tersebut terdiri dari:
1.System Analysis:upaya mendapatkan gambaran bagaimana sistem bekerja dan masalah-masalah apa sajayang ada pada sistem.
2.System Development : langkah-langkah mengembangkan sistem informasi yang baru berdasarkan gambaran cara kerja sistem & permasalahan yang  ada.


Sumberdaya (resource) yang dibutuhkan untuk pengembangan sistem informasi adalah:
1.Development Team (Tim Pengembang)
2.Development Toolkit
* Methods
* Technique
* Tools
* IT Resources : hardware, software, communications technology

Untuk mengembangkan sistem informasi perlu dibentukTim Pengembang(Development Team) yang terdiridari:
1.Project Manager
2.Business Analyst
3.System Analyst
4.Programmer
5.Change Manager

 
Development Toolkit terdiridari:
1.Methods (Metoda) : suatu kerangka  kerja(framework) untuk membangun suatu sistem secara menyeluruh.
2.Technique (Teknik) : bagian dari metoda untuk melaksanakan bagian dari tahapan pengembangan sistem.
3.Tools (Alatbantu) : suatu perangkat yang dapat digunakan untuk membantu pelaksaan pengembangan sistem. Tools harus dapat mendukung (support) metoda dan teknik yang digunakan dalam proses pengembangan sistem.

Metodologi pengembangan sistem
Adalah suatu proses pengembangan sistem yang formal dan presisi yang mendefinisikan serangkaian aktivitas, metode, best practices dan tools yang terautomasi bagi para pengembang dan manager  proyek dalam rangka mengembangkan dan merawat sebagai keseluruhan sistem informasi atau software.


Alasan perlunya metodologi pengembangan sistem adalah:
1.Menjamin adanya konsistensi proses.
2.Dapat diterapkan dalam berbagai jenis proyek.
3.Mengurangi resiko kesalahan dan pengambilan jalan pintas.
4.Menuntut adanya dokumentasi yang konsisten yang bermanfaat bagi personal baru dalam tim proyek.

Software :
1.System Development Life Cycle (SDLC)
2.Prototyping
3.Computer-Aided Software Engineering (CASE) Tools
4.Rapid Application Development (RAD)
5.Joint Application Design (JAD)
6.Agile Methodologies
7.eXtreme Programming (XP)
8.Model-Driven Development (MDD)
9.Framework for the Application of System Thinking (FAST)
10.Pembelian Software Aplikasi

System development life cycle (SDLC)
Menyediakan keseluruhan framework untuk mengelola proses pengembangan sistem, formanaging systems development process.

PendekatanPengembanganSDLC
1.Predictive approach –assumes project can be planned out in advance.
2.Adaptive approach – more flexible, assumes project cannot be planned out in advance.


SDLC terdiridari 5 fase
Masing masing fase terdiri dari aktivitas yang saling terkait/berhubungan.
3 aktivitas utama
1.Analisa: memahami kebutuhan bisnis.
2.Desain: membuat konsep solusi pengembangan sistem berbasis komputer.
3.Implementasi: konstruksi/pembuatan, testing, daninstalasi.
2 aktivitas tambahan
1.Perencanaan proyek.
2.Support/dukungan.
 





FasePerencanaan
- Mendefinisikan masalah.
- Mengkonfirmasikan kelayakan proyek.
- Membuat jadwal proyek.
- Menentukan staff yang terlibat dalam proyek.
- Memulai proses pengembangan proyek.

FaseAnalisis
-> Mengumpulkan informasi.
-> Mendefinisikan kebutuhan-kebutuhan sistem.
-> Membangun prototipe yang sesuai atau memenuhi kebutuhan sistem.
-> Menentukan prioritas kebutuhan sistem.
-> Membuat prototipe atas prioritas dan melakukan evaluasi terhadap alternatif yang dipilih.
-> Mereview rekomendasi terhadap pihak manajemen

FaseDesain
|| DesainLevel Tinggi(ArsitekturSistem)
1.Desain dan integrasi jaringan
2.Desain arsitektur aplikasi

|| DesainLevel Rendah
1.Desainuser interface
2.Desain sistem interface
3.Desain dan integrasi database
4.Prototype desain secara lengkap
5.Desain dan integrasi pengawasan sistem

Fase Implementasi
- Membangun komponen-komponen perangkat lunak.
- Melakukan verifikasi dan pengujian.
- Mengkonversi data.
- Melakukan training user dan mendokumentasikan sistem.
- Menginstall sistem.

FaseSupport/Dukungan
-> Memelihara sistem.
-> Memperbaiki sistem.
-> Mendukung pengguna

Prototyping (Iterative Model of Development)
Metode prototyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen

+ Keuntungan:
1.End user dapat berpartisipasi aktif.
2.Penentuan kebutuhan lebih mudah diwujudkan.
3.Mempersingkat waktu pengembangan sistem informasi dan relatif lebih mudah dibangun.
4.Kesalahan dan kelalaian dalam pengembangan dapat segera diketahui.

- Kelemahan:
1.Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
2.Mengesamping kanalternatif pemecahan masalah.
3.Bisanya kurang fleksible dalam menghadapi perubahan.
4.Prototype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah.
5.Prototype terlalu cepat selesai.
6.Dokumentasi seringkali tidak lengkap.

Karakteristik metode prototyping meliputi langkah-langkah:
1.Pemilahan fungsi
2.Penyusunan Sistem Informasi
3.Evaluasi
4.Penggunaan Selanjutnya

Jenis-jenis prototyping meliputi:
1.Feasibility prototyping
2.Requirement prototyping
3.DesaignPrototyping
4.Implementation prototyping


 Joint Application Design (JAD)
JAD merupakan suatu kerja sama yang terstruktur antara pemakai sistem informasi, manajer dan ahli sistem informasi untuk menentukan dan menjabarkan permintaan pemakai, teknik yang dibutuhkan dan unsur rancangan eksternal.
Proses terstruktur yang melibatkan pengguna ,analis, dan manajer. Membutuhkan beberapa hari sesi work group intensif.
Tujuan JAD adalah memberi kesempatan kepada user dan manajemen untuk berpartisipasi secara luas dalam siklus pengembangan sistem informasi dan untuk menentukan serta meninjau persyaratan sistem.

Agile Methodologies
Termotivasi oleh pengakuan pengembangan perangkat lunak sebagai sesuatu yang tak terduga dan dinamis.
Tiga prinsip kunci:
1.Adaptif dibandingprediksi.
2.Menekankanpadaorang dibandingperan.
3.Self-adaptif proses.

eXtremeProgramming (XP)
ü Siklus pengembangan incremental, digunakanuntuksikluspendek.
ü Otomatis tes.
ü Dua orang tim pemrograman.
ü Pengkodean dan pengujian beroperasi bersama-sama.


·        Keuntungan:
1.Komunikasi antara pengembang.
2.Tinggi tingkat produktivitas.
3.Tinggi kualitas kode.

Model-Driven Development (MDD)
Suatu teknik yang menekankan penggambaran model untuk memvisualisasikan dan menganalisismasalah, mendefinisikan proses bisnis dan merancang sistem informasi.
Pendekatan dalam teknik pemodelan MDD adalah:
1.Structured Analysis Design : berorintasi proses.
2.Information Engineering : berorientasi data.
3.Object-Oriented Analysis and Design : menggabungkan orientasi proses dan data kedalam bentuk objek.

Pendekatan Pengembangan Sistem
Pendekatan pengembangan sistem yang dapat digunakan antara lain :
1.Metodologi Yang Digunakan
2.Sasaran Yang Dicapai
3.Cara Menentukan Kebutuhan Dari Sistem
4.Cara Mengembangkannya
5.Teknologi Yang Digunakan

Metodologi Yang Digunakan
·        PendekatanKlasik (Classical Approach) atau Pendekatan Tradisional(Traditional Approach) atau Pendekatan Konvensional (Conventional Approach).
Metodologi pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan dalamSystem Development Life Cycle.
·        PendekatanTerstruktur(Structured Approach)
Metodologi pengembangan sistem dengan menggunakan tools dan teknik yang dibutuhkan didalam pengembangan sistem
SasaranYang Dicapai
·        Pendekatan Sepotong (Piecerneal Approach)
Pendekatan pengembangan sistem dengan menekankan pada satu aplikasi tertentu tanpa memperhatikan posisi atau sasaran sistem informasinya secara global.
·        PendekatanS istem(Systems Approach)
Pendekatan pengembangan sistem dengan memperhatikan sistem informasi sebagai suatu kesatuan terintegrasi dan menekankan sasarannya secara global.
Cara MenentukanKebutuhanDari Sistem
·        Pendekatan Dari Bawah Ke Atas(Bottom-up Approach)
Pendekatan pengembangan sistem dimulai dari level paling bawah organisasi yaitu level oprasional. Termasuk dalam pendekatan klasik, dalam tahapan analisis dikenal dengan data analysis.
·        Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach)
Pendekatan pengembangan sistem dimulai dari level paling atas organisasi yaitu level perencanaan. Termasuk dalam pendekatan terstrktur, dalam tahapan analisis dikenal dengan decision analysis.

TeknologiYang Digunakan
·        Pendekatan Lompatan Jauh(GreatLoop Approach)
Pendekatan pengembangan sistem yang melakukan perubahan secara menyeluruh serentak dengan teknologi canggih, sehingga muncul resiko yang terjadi.
·        Pendekatan Berkembang(Evolution Approcah)
Pendekatan pengembangan sistem yang menerapkan teknologi canggih hanya pada aplikasi yang memerlukan saja dan dilakukan pengembangan setiap waktunya
Metodologi, Model, TeknikdanTools
·        Metodologi merupakan kumpulan teknik yang digunakan untuk menyelesaikan semua kegiatan SDLC.
·        Model merupakan representasi aspek penting dari dunia nyata -abstraksi atau penyederhanaan.
·        Teknik menghasilkan model (antara lain).
·        Tools merupakan perangkat lunak pendukung yang membantu membuat model atau komponen proyek lainnya.


0 komentar:

Posting Komentar