This awesome blogger theme comes under a Creative Commons license. They are free of charge to use as a theme for your blog and you can make changes to the templates to suit your needs.
RSS

LANDAK

HEWAN BERDURI YANG LUCU
Landak adalah hewan pengerat (Rodentia) yang memiliki rambut yang tebal dan berbentuk duri tajam. Hewan ini ditemukan di Asia, Afrika, maupun Amerika, dan cenderung menyebar di kawasan tropika. Landak merupakan hewan pengerat terbesar ketiga dari segi ukuran tubuh, setelah kapibara dan berang-berang. Hewan ini agak "membulat" serta tidak terlalu lincah apabila dibandingkan dengan tikus. Karena rambut durinya, hewan lain yang mirip namun bukan pengerat, seperti hedgehog dan landak semut (Echidna), juga dikenali sebagai "landak".
Landak secara umum adalah herbivora, dan menyukai daun, batang, khususnya bagian kulit kayu. Karena hal inilah banyak landak dianggap sebagai hama tanaman pertanian. Meskipun demikian, orang juga menjadikan landak sebagai salah satu bahan pangan[1]. Sate landak merupakan salah satu menu khas dari Kabupaten Karanganyar.
Landak yang biasa dikenal orang adalah Hystrix, namun secara umum landak juga dipakai untuk menyebut anggota dari suku/familiErethizontidae (landak Dunia Baru, marga:  Cendou,  Sphiggurus, Erethizon, Echinoprocta,dan Chaetomys)dan Hystricidae  (landak  Dunia Lama,  marga:  Atherurus, Hystrix, dan Trichys).

Pengenalan Singkat Landak Mini
Apa itu landak mini atau Hedgehog?
Landak mini secara umum dikenal sebagai mamalia kecil dengan lapisan kaku, yaitu duri runcing menutupi punggung mereka. Mereka memiliki hidung runcing, dan mata yang agak menonjol terletak di sisi wajah. Telinga mereka biasanya bulat, meskipun dalam beberapa spesies, bisa jadi memanjang, dan terletak tinggi di sisi kepala. Mereka memiliki ekor yang kecil dan pendek, dan secara fungsional sangat sedikit digunakan. Mereka dapat menggulung seperti bola duri ketika terancam.

Apakah landak bersifat liar?
Meskipun benar bahwa landak mini adalah spesies yang baru-baru ini dipelihara, tapi landak mini sebagai pet, yang kita miliki bukan binatang liar. Landak mini adalah campuran dari dua jenis landak, dan bukan merupakan varietas alami
Termasuk jenis apakah landak?
Berlawanan dengan beberapa keyakinan, landak bukan hewan pengerat. Mereka adalah kelompok hewan insectivora, sama dengan hewan seperti tikus mondok, shrews, dan Vole. Mereka sama sekali tidak berkaitan dengan landak, meskipun penampilan yang agak serupa menyebabkan banyak orang salah mengartikan landak mini (hedgehog) sebagai bayi porcupine.
Di mana landak tinggal di alam liar?
Pada dasarnya, di seberang di Eropa, Asia, Afrika, dan Australia. Tidak ada landak spesies yang asli di Amerika Utara atau Amerika Selatan. Yang landak yang paling sering disimpan sebagai hewan peliharaan biasanya dari Afrika. Landak ini biasanya tinggal di daerah dataran, di daerah-daerah yang sering panas dan kering.
Apa yang landak makan?
Landak dianggap insectivores, yang berarti bahwa diet utama mereka adalah serangga dari berbagai jenis. Selain itu, tampaknya landak agak oportunis, dan bersedia untuk makan tikus kecil, reptil, burung bersarang tanah telur dan fledglings, dan kadang-kadang potongan-potongan bahan-bahan tanaman seperti sayuran dan buah-buahan.
Bagaimana landak hidup liar?
Landak liar biasanya adalah hewan soliter, selain ibu-ibu dengan anak, dan pasangan selama perkawinan. Mereka sering memiliki rumah wilayah di mana mereka basis pengembaraan mereka di sekitar. Perempuan akan sering berbagi wilayah, meskipun tetap dalam kebiasaan terpisah mereka sendiri dan perilaku. Laki-laki mungkin lebih teritorial, dan kurang toleran terhadap laki-laki lain mengintai wilayah yang sama. Tampaknya mereka menikmati mengambil keuntungan dari pra-menggali lubang yang dibuat oleh hewan lain seperti kelinci, kelinci, musang, dan hewanpenggali lainnya. Mereka sering menutup liang ini dengan rumput dan dedaunan, menciptakan sebuah ruang nyaman di mana mereka dapat  tidur di siang hari. Landak merupakan hewan nokturnal, mereka berburu dan mengembara antara senja dan fajar. Gerakan lambat khas mereka, dan kecenderungan untuk menggulung menjadi bola adalah penyebab utama mereka ditakuti “predator”

Landak, Satu Nama Untuk Empat Spesies

 


Landak atau dalam bahasa Inggris disebutPorcupine adalah nama untuk sejenis mamalia yang unik dengan bulu-bulu keras (biasa disebut duri) yang menutupi tubuh bagian atas mereka. Bulu Landak ini berfungsi sebagai alat pertahanan diri.
Terdapat puluhan jenis Landak di seluruh dunia. Indonesia saja, yang saya ketahui, memiliki sedikitnya 4 jenis landak. Dalam bahasa Indonesia ketiganya hanya dikenal dengan satu nama yaitu “Landak”. Padahal secara taksonomi merupakan spesies yang berbeda. Bahkan dalam bahasa Inggrispun disebut dengan nama yang berbeda. Keempat jenis landak tersebut adalah Malayan Porcupine (Hystrix brachyura), Sunda Porcupine (Hystrix javanica), Sumatran Porcupine (Hystrix sumatrae), dan Bornean Porcupine (Thecurus crassispinis).
Malayan Porcupine (Hystrix brachyura) adalah salah satu jenis Landak yang selain di Indonesia (Sumatera dan Kalimantan), dapat ditemui juga di Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, China, Nepal, India, dan Banglades. Sedangkan ketiga jenis lainnya merupakan endemik. Sunda Porcupine (Hystrix javanica) endemik Jawa, Sumatran Porcupine (Hystrix sumatrae) endemik Sumatera, dan Bornean Porcupine(Thecurus crassispinis) endemik Kalimantan.
Pada umumnya seekor landak mampu berlalri kencang untuk menghindari pemangsa. Namun jika terdesak, Landak akan berhenti dan mendirikan bulu-bulunya yang menyerupai duri yang terdapat di klit bagian atas.
Landak membuat sarang dengan membuat lubang di dalam tanah dengan kedalaman sekitar 5 meter. Lubang ini terdiri beberapa cabang di dalam tanah yang mempunyai beberapa pintu keluar. Satu lubang (berukuran lebih besar) menjadi pintu masuk utama dan beberapa lubang (berukuran lebih kecil) sebagai pintu keluar.
Keempat spesies Landak ini, oleh IUCN Redlist dimasukkan dalam kategori LC (Least Concent atau Resiko Rendah) yang artinya spesies landak ini belum terancam kepunahan. Namun status Least Concent bisa juga diberikan kepada spesies-spesies yang belum dievaluasi kembali sejak tahun 2001.

Yang membuat saya bingung, Bahasa Indonesia hanya mengenal satu nama yaitu “Landak” untuk menyebutkan keempat spesies Landak ini (atau mungkin saya yang kurang menguasai bahasa Indonesia?). Malaysia saja menyebut Hystrix brachyurasebagai “Landak Raya” untuk membedakan dengan dua spesies landak lainnya yang mereka punyai yaitu “Landak Padi” untuk menyebut Trichys fasciculata dan “Landak Nibung” (Atherurus macrourus).
Tambah bingung lagi ketika melihat PP No. 7 Tahun 1999 yang hanya memasukkan spesies Hystrix brachyura sebagai satwa yang dilindungi. Sedangkan ketiga jenis lainnya Sunda Porcupine (Hystrix javanica), Sumatran Porcupine (Hystrix sumatrae), dan Bornean Porcupine(Thecurus crassispinis) tidak masuk sebagai spesies yang dilindungi. Padahal ketiganya merupakan satwa endemik yang mempunyai resiko kepunahan lebih tinggi.
Logika saya, semoga keliru, memberikan nama saja tidak bisa bagaimana memberikan perlindungan?. Bahkan satu nama memiriskan yang saya kenal; Sate Landak, salah satu kuliner di Tawangwangu!
Klasifikasi Ilmiah: Kerajaan: Animalia. Filum: Chordata. Kelas: Mammalia. Ordo:Rodentia. Famili: Hystricidae. Genus: Hystrix (untuk Bornean Porcupine; Thecurus). Spesies: Hystrix brachyura, Hystrix javanica, Hystrix sumatrae, Thecurus crassispinis.


Referensi: zipcodezoo.com; iucnredlist.org; gambar: www.animalpicturesarchive.com



0 komentar:

Posting Komentar